Kamis, 06 Agustus 2015

Berhubungan Intim Di saat Keputihan Boleh atau Tidak?

Berhubungan Intim Di saat Keputihan Boleh atau Tidak? - Berhubungan Disaat keputihan boleh atau tidak?kebanyakan wanita tidak cukup tau tentang dampak atau resiko berhubungan intim saat keputihan..dalam artikel ini ..blogger akan memberikan sedikit informasi apakah boleh atau tidak berhubungan disaat keputihan?

Keputihan merupakan cairan vagina yang bertambah secara abnormal. Sebenarnya, cairan vagina berfungsi melindungi dan membersihkn vagina. Normalnya cairan vagina bisa bertambah saat wanita hamil, sedang dalam masa subur, atau akibat rangsangan seksual. Cairan vagina yang normal biasanya berwarna bening atau agak keputihan, tidak berbau, dan berlendir. Sementara keputihan memiliki ciri berwarna keabuan, kekuningan, kehijauan, bisa disertai bau (busuk atau asam), bisa menimbulkan gatal, dan lebih kental seperti ingus. Kemungkinan bisa juga menimbulkan nyeri atau bercak darah ketika berhubungan seks. Berhubungan intim saat Anda sedang mengalami keputihan dapat menimbulkan masalah kesehatan. gerakan penis ke dalam vagina atau penetrasi bisa menyebabkan terjadinya iritasi dan peradangan (inflamasi). Gerakan penis akan membuat keputihan bertambah luas sehingga bisa membahayakan organ-organ reproduksi sekitar rahim.

Keputihan merupakan cairan vagina yang bertambah secara abnormal. Sebenarnya, cairan vagina berfungsi melindungi dan membersihkn vagina. Normalnya cairan vagina bisa bertambah saat wanita hamil, sedang dalam masa subur, atau akibat rangsangan seksual. Cairan vagina yang normal biasanya berwarna bening atau agak keputihan, tidak berbau, dan berlendir. Sementara keputihan memiliki ciri berwarna keabuan, kekuningan, kehijauan, bisa disertai bau (busuk atau asam), bisa menimbulkan gatal, dan lebih kental seperti ingus. Kemungkinan bisa juga menimbulkan nyeri atau bercak darah ketika berhubungan seks.

Berhubungan intim saat Anda sedang mengalami keputihan dapat menimbulkan masalah kesehatan. gerakan penis ke dalam vagina atau penetrasi bisa menyebabkan terjadinya iritasi dan peradangan (inflamasi).Gerakan penis akan membuat keputihan bertambah luas sehingga bisa membahayakan organ-organ reproduksi sekitar rahim.

Mungkin juga terdapat rasa nyeri saat berhubungan seksual atau terdapat bercak darah. Pada kondisi seperti ini, sebaiknya hubungan intim suami istri jangan dulu dilakukan, karena ada beberapa bahaya kesehatan. “Hubungan intim ketika istri sedang mengalami keputihan (Fluor-albus) sebaiknya tidak Anda lakukan. Masalahnya, akan mengakibatkan iritasi, inflamasi (peradangan) dan infeksi pada isteri dan Anda pula,” jelas Dr Andri Wanananda MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth, Sabtu (24/12/2011).
Keputihan disebabkan oleh infeksi, baik bakteri, jamur, virus dan parasit. Ada pula keputihan yang diakibatkan oleh alergi (misalnya terhadap karet kondom) atau dipicu benda asing misalnya pada pengguna IUD (intrauterine device) atau spiral KB. Namun bila disertai bercak darah yang tidak sedikit, harus dipikirkan kemungkinan adanya tumor atau kanker. “Hendaknya dalam hubungan intim harus berakhir dengan kenikmatan orgasme yang untuk mencapainya harus dengan alat-alat genital yang dalam kondisi sehat,” lanjut Dr Andri.